Teori Big Bang (Dentuman Besar) pertama kali diciptakan oleh seorang pendeta Belgia, Georges Lemaitre pada tahun 1972. Landasar teori Big Bang adalah seluruh jagat raya berasal dari ledakan dari bola raksasa yang padat pada tingkat suhu dan tekanan yang sangat tinggi. Kemudian alam semesta mengembang dan mengalami pendinginan. Para pendukung teori Big Bang menjelaskan bahwa pada beberapa tahapan pengembangan tersebut terwujudlah berbagai partikel sub-atom. Kemudian elemen-elemen ringan seperti Hidrogen dan Helium terbentuk dan di ikuti juga oleh pembentukan atom-atom berat lainnya. Dengan terbentuknya elemen-elemen tersebut menyebabkan tidak terdapat elektron bebas yang tersisa dan memancarkan foton cahaya sehingga jagat raya ini bersifat transparan terhadap radiasi yang saat ini kita amati sebagai landasan kosmis.
Dengan keberhasilan teori Bing Bang ini menjelaskan beberapa hal yang tidak bisa dijelaskan oleh teori-teori penciptaan sebelumnya, seperti teori Steady State dan teori Oscillating Universe menyebabkan Big Bang diakui sebagai teori ilmiah yang paling banyak diakui saat ini. Uniknya, dengan pesatnya pengakuan teori Big Bang, banyak agamawan berusaha mempropagandakan ajarannya dengan mengatakan bahwa kitab sucinya menjelaskan kosmologi penciptaan alam semesta sebagaimana teori Big Bang yang sedang naik daun.
Dalam Islam, pencetus utama yang menyatakan bahwa ajaran Al-Qur’an mengenai penciptaan adalah sangat sesuai dengan teori Big Bang adalah “Harun Yahya”. Namun, apa benar teori penciptaan Al-Qur’an sama dengan teori Big Bang? Kenapa baru sekarang propaganda ini muncul setelah Big Bang naik daun? Kenapa Al-Qur’an yang sudah ada 1500 tahun lalu tidak mengemukakan teori kosmologinya sejak awal? Apakah teori Big Bang dapat secara sempurna menjelaskan penciptaan dan keberadaan alam semesta? Apakah ketenaran teori Big Bang hanya dijadikan tunggangan untuk propaganda agama?
Menurut sebagian besar ahli kosmologi modern, Big Bang menandai saat dimana jagat raya terbentuk. Mereka juga menarik suatu kesimpulan berdasarkan teori waktu Planck dimana sejarah jagad raya dimulai sejak 10^-43 detik saja setelah terjadinya Big Bang. Namun, ternyata teori Big Bang mengalami permasalahan singularitas dan semuanya menjadi semakin sulit dan rumit setelah teori mekanika kuantum diterapkan kedalamnya karena bertentangan dengan teori relativitas umum. Oleh karena itu ilmuan dihadapkan pada tantangan untuk menciptakan teori gravitasi kuantum yang merupakan teori terpadu antara mekanika kuantum dengan teori relativitas umum. Sehingga J. V. Narlikar menyatakan “Saat ini tujuan berfungsinya teori gravitasi kuantum nampaknya masih sangat jauh”
Banyak ilmuan telah berusahan untuk menjelaskan berbagai fenomena yang berkaitan dengan materi, interaksi antara materi dan radiasi serta interaksi antara partikel-partikel yang disebabkan oleh elektromagnetik, gaya nuklir kuat dan gaya nuklir lemah yang menggunakan model standar dan juga merupakan sebuah model mekanika kuantum dengan cara mengabaikan gaya gravitasi. Dalam teori model standar terdapat partikel-partikel dasar berikut:
1. Partikel-partikel materi (Fermion); adalah partikel-partikel yang membentuk materi dan dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu Quarks dan Leptons. Setiap golongan memiliki enam partikel dan anti partikel yang sesuai.
2. Partikel-partikel Boson; adalah partikel yang merupakan partikel-partikel penyebab gaya atau interaksi antara partikel-partikel materi. Partikel-partikel pengangkut gaya ini adalah: Gulon, Foton, Boson W dan Boson Z. Partikel –partikel Boson ini dianggap sebagai partikel yang menyebabkan interaksi kuat dan lemah, serta interaksi elektromagnetik.
Obrolan
0 komentar:
Posting Komentar