Breaking News
Loading...
Selasa, 27 April 2010

Cowboys In Paradise Hancurkan Citra Bali

Satu dua hari ini, rakyat Indonesia tersentak dengan sebuah film dokumenter berjudul ‘Cowboys in Paradise’ yang tersebar di youtube. Pasalnya, film besutan sutradara Amit Wirmani ini menceritakan mengenai kehidupan para gigolo di Bali.
Seperti yang diduga, beredarnya film berdurasi dua menit tersebut mendapat kecaman berbagai kalangan baik mereka yang asli Bali maupun para anggota dewan terhormat yang berkantor di Senayan.
“Saya paham sekali dengan kegelisahan saudara kita di Kuta, dapat dikatakan ini sebuah penghinaan buat saudara kita di Kuta, juga menyinggung perasaan masyarakat Bali,” kata I Gusti Ngurah Harta, budayawan Bali seperti dilansir VIVAnews, (26/4).
"Harus ada langkah-langkah dari pemerintah, karena kalau dibiarkan ini malah meresahkan," ujar Abdul Hakam Naja, Wakil Ketua Komisi X DPR RI di Jakarta, Senin (26/4) malam.
Namun ternyata tidak hanya orang Indonesia saja yang berpendapat negatif terhadap film karya pemuda Singapura ini, para turis wanita pun mengutarakan hal yang kurang lebih sama.
“Anda (Amit) mencoba menampilkan Kuta sebagai kawasan industri seks. Lebih baik Anda ke Thailand atau Belanda, itu baru industri seks. Perempuan bertemu pemuda lokal di pantai lalu pacaran, itu juga ada di Spanyol atau Karibia,” kata Cuchi, 45, dalam komentarnya terhadap film Amit.
Memang belum diketahui secara pasti apakah film dokumenter ‘Cowboys in Paradise’ akan berdampak buruk terhadap jumlah para wisatawan mancanegara yang akan berkunjung ke Bali ke depannya, tetapi yang pasti film ini telah mencoreng nama tidak hanya satu provinsi tetapi satu bangsa di mata dunia Internasional. Oleh karenanya, perlu tindakan tegas dari pihak berwenang untuk memulihkan kembali negeri ini sebagai tempat terbaik berwisata di dunia.  


0 komentar:

Posting Komentar

 
Toggle Footer
Obrolan