Breaking News
Loading...
Kamis, 10 Desember 2009

penyakit kawasaki

Metrotvnews.com, Tangerang: Berhati-hatilah jika anak Anda demam tinggi selama lima hari. Bisa jadi, gejala tersebut merupakan gejala awal Kawasaki, penyakit yang belum sering didengar masyarakat umum. Seorang dokter asal Jepang, Tomisaku Kawasaki, pada tahun 1967 telah mendeteksi keberadaan penyakit ini. Meskipun sudah sering menyerang balita dari ras mongolia, seperti China, Jepang, Korea, dan Taiwan, namun penyakit kawasaki belum populer, termasuk di Indonesia.

Tak hanya itu, banyak ahli medis belum paham penyakit Kawasaki. Tak jarang diagnosis terlambat, bahkan salah hingga memperlambat penanganan. Selama ini, penyakit Kawasaki kerap didiagnosis sebagai campak, alergi batuk, infeksi virus, bahkan gondong. Namun yang pasti penyakit ini terbukti tidak menular.

Gejala awal penyakit kawasaki antara lain, demam mendadak tinggi, mencapai 41 derajat celcius selama lima hari. Yang tidak diobati justru demam bisa berlangsung berminggu-minggu. Setelah dua hingga tiga hari setelah demam, muncul gejala berupa bercak-bercak merah di bagian tubuh. Gejala lain yang timbul adalah kedua mata memerah dan pembekakan kelenjar getah bening.

Selain itu, lidah menjadi merah menyerupai stoberi disertai bibir pecah-pecah. Telapak tangan dan kaki pasien pun membengkak. Pada fase penyembuhan, terjadi pengelupasan kulit di ujung jari tangan serta kaki. Penderita harus dirawat inap di rumah sakit dan mendapat pengawasan medis. Komplikasi yang paling ditakutkan adalah pembengkakan pada jantung karena berakibat rusaknya pembuluh nadi koroner.

Pengobatan penyakit Kawasaki juga memakan biaya tinggi. Orang tua seorang anak di Tangerang, Banten, harus mengeluarkan biaya besar untuk pengobatan putra mereka yang dideteksi terserang penyakit kawasaki. Satu gram imunoglobulin yang dibutuhkan penderita harganya berkisar Rp1 juta rupiah. Mereka membutuhkan imunoglobulin per dua kilogram berat badannya. Jadi, jika berat seorang anak 15 kilogram, harus dikeluarkan uang sebesar 30 juta untuk pengobatan dari imoglobulin saja. Namun, hingga kini, penyakit Kawasaki masih diteliti ahli medis untuk diketahui lebih jelas, baik gejala maupun pengobatannya

0 komentar:

Posting Komentar

 
Toggle Footer
Obrolan