Kamis, 14 Maret 2013

PENGERTIAN MORAL

Suatu istilah yang digunakan untuk menentukan batas-batas dari sifat peran lain, kehendak,pendapat atau perbuatan yang secara layak dapat dikatakan benar, salah, baik, atau buruk. Jika pengertian etika dan moral tersebut dihubungkan satu dengan yang lainya kit adapt mengatakan bahwa anatra etika dan moral memiliki obyek yang sama yaitu sama-sama membahas tentang perbuatan manusia untuk selanjutnya di tentukan posisinya baik atau buruk. Namun demikian dalam hal etika dan moral memiliki perbedaan, dengan demikian tolak ukur yang digunakan dengan moral untuk mengukur tingkah laku manusia adalah adat istiadat, kebiasaan, dan lainnya yang berlaku di masyarakat. Etika dan moral sama artinya tetapi dalam pemakaian sehari-hari ada sedikit perbedaan. Moral dipakai untuk perbuatan yang sedang di nilai, sedangkan etika di pakai untuk system nilai yang ada. Teori moral mencoba memformulasikan suatu prosedur dan mekanisme untuk pemecahan masalah-masalah etik.
Terdapat beberapa pendapat apa yang dimaksud dengan moral.
1.Menurut kamu Kamus Bahasa Indonesia (Tim Prima Pena) : Ajaran tentang baik buruk yang di terima umum mengenaik akhlak-akhlak dan budi pekerti, kondisi mental yang memperngaruhi seseorang menjadi tetap bersemangat, berani, disiplin, dll.
2.Ensiklopedia Pendidikan : Suatu istilah untuk menentukan batas-batas dari sifat-sifat, corak-corak,maksud-maksud, pertimbangan-pertimbangan, atau perbuatan-perbuatanyang layak dapat dinyatakan baik/buruk, benar/salah, Lawannya amoral, Suatu istilah untuk menyatakan bahwa baik-benar itu lebih daripada yang buruk/salah.
Bila dilihat dari sumber dan sifatnya, ada moral keagamaan dan moral sekuler.Moral keagamaan kiranya telah jelas bagi semua orang, sebab untuk hal ini orangtinggal mempelajari ajaran-ajaran agama yang dikehendaki di bidang moral.Moral sekuler merupakan moral yang tidak berdasarkan pada ajaran agamadan hanya bersifat diniawi semata-mata. Bagi kita umat beragama, tentu moralkeagamaan yang harus dianut dan bukannya moral sekuler.
Karma etik berkaitan dengan filsafat moral maka sebagai filsafat moral, etik mencari jawaban untuk menentukan serta mempertahankan secara rasional teori yang berlaku tentang apa yang benar atau salah, baik atau buruk, yang secara umum dapatdipakai sebagai suatu perangkat prinsip moral yang menjadi pedoman bagi tindakan manusia.
Dan moral diartikan mengenai apa yang dinilainya seharusnya oleh masyarakat dan etika dapat diartikan pula sebagai moral yang ditujukan kepada profesi. Oleh karena itu etika profesi sebaiknya juga berbentuk normatif.

Membentengi Remaja Dari Krisis Akhlak

Akhir-akhir ini setiap hari  media televisi menyiarkan beberapa pejabat yang sedang ditimpa masalah, mulai dari kasus narkoba sampai korupsi. Bahkan ada juga petinggi sebuah partai yang dijadikan tersangka kasus korupsi. Melihat perkembangan seperti ini wajah Indonesia tergambar dengan jelas betapa merosotnya akhlaknya sebagian ummat Islam. Kemerosotan moral juga terjadi terutama dikalangan remaja. Sementara pembendungannya masih berlarut-larut dan dengan konsep yang tidak jelas alias "lemot poll".

Sebagai publik figur yang (katanya) di anggap banyak orang sebagai "panutan" kok bisa-bisanya menipu rakyat kecil. Mereka ndak ada bedanya seperti "maling" yang suka sembunyi-sembunyi mengambil hak orang lain. Hanya saja ke"maling"an mereka sedikit rapi dan halus tapi hakikatnya sama. Rusaknya moral ini menurut saya tidak lepas dari beberapa upaya-upaya niat jahat yang berasal dari luar yang mana dengan sengaja menebarkan penyakit moral kepada semua elemen masyarakat khususnya para remaja. 

Parahnya lagi dengan kondisi yang seperti ini, aparat dan tokoh masyarakat seolah-olah enggan ndak mau ngurusi. Mereka malah membela dan memanfaatkan demi kepentingan pribadinya, akhirnya "maling" itu tidak tersentuh oleh hukum. Lebih hebat lagi vonis yang di jatuhkan sangat ringan ketimbang "maling yang sesungguhnya". Miris sekali ketika saya melihat pemberitaan seperti ini di layar televisi, dengan santainya "maling" tersebut memberikan keterangan yang seolah-olah tidak pernah terjadi.

Ya Allah .... betul-betul sudah akhir jaman, Banyak petinggi yang mukanya sudah tidak punya malu. Disamping itu banyak pula pemuda yang mengkonsumsi narkoba, prostitusi merajalela, skandal sex remaja sudah menjadi konsumsi di dunia maya. Banyak sekali para pemuka agama memberikan petuah-petuah dan siraman rohani setiap hari, tapi kenapa justru kemerosotan akhlak remaja makin tinggi ? Apakah ini gejala akan kiamat sudah dekat ? Mungkin juga....karena saya pernah membaca akhir jaman kondisinya memang seperti ini.

Allah SWT berfirman : "Sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) berada pada akhlak yang agung ".(Q.S Al-Qolam :4) Rasulullah SAW sendiri bersabda : "Aku diutus untuk menyempurnakan Akhlak". Lebih dari itu beliau menempatkan muslim yang paling tinggi derajatnya adalah yang paling baik akhlaknya. "Sesempurna-sempurna iman seseorang mukmin adalah mereka yang paling bagus akhlaknya" (H.R Muslim)

Begitu pentingnya akhlak bagi generasi muda, sangat tepat jika kita kembali merenungi Ayat dan Hadits diatas.

"Suatu bangsa sangat ditentukan kualitas akhlak-nya, jika akhlak sudah rusak hancurlah bangsa tersebut." 

Sebetulnya kita masih berpeluang jika kita bersungguh-sungguh untuk membentengi generasi muda dari kemerosotan akhlak, yaitu dengan cara meramaikan masjid-masjid, membimbing putra-putri dalam pergaulan sehari-hari, memberikan rasa tanggung jawab untuk menunaikan sholat dan kegiatan keagamaan dan lain-lain. Insya Allah rumah tangga kita khususnya dan negara kita umumnya di jauhkan dari berbagai cobaan dan yang pasti Allah Swt akan memberikan Hidayah Nya kepada kita.


Source : http://sweet-myheart.blogspot.com/2013/02/membentengi-remaja-dari-krisis-akhlak.html

Membentengi anak dengan moral

Ibu Aspira, Sda : kank hari, bagaimana membentengi anak dengan pendidikan moral dan adakah sekolahnya ?

Kank Hari : Sekolah moral , semestinya produk /outpu t sekolah umum itu secara otomatis menghasilkan lullusan yang bermoral , karena filosofi persekolahan bukan cuma mengajar tapi juga mendidik. Hanya kenyataannya yang seperti ibu lihat dan rasakan sampai dengan saat ini ?

Jika ibu ingin membekali moral anak , diawali dengan memberi contoh tentang arti moral itu dalam kehidupan sehari harii. Mulailah hanya mengerjakan perbutan -perbuatan yang benar menurut keyakinan yang anda peluk. Selanjutnya ajak anak merasakan bagaimana nikmat dan indahnya memegang kebenaran meski jalannya pahit dan berliku. Berbanggalah karena anda berpihak pada keyakinan tentang kebenaran. Ambil contoh , tegakkan kejujuran dan memiliki rasa malu tidak melaksanakan kewajiban dalam keluaraga. Ini yang disebut pelatihan moral melalui Self integrity.

Miliki komitmen kuat pada keputusan yang sudah dibuat bersama berdasar asas demokratis kekeluargaaan, misalnya tidak boleh ada kata kata keras dan kasar dirumah . jadikan keputusan itu sebagai komitmen system nilai didalam keluarga. Siapaun harus taat melaksanakannya tanpa terkecuali. Dengan demikian anak terbiasa dan terlatih untuk menepati janji secara konsisten.

Moral juga berarti kepatutan , karena itu sering justru polusi moral datangnya dari luar rumah. Banyak contoh pejabat sebagai penegak moral pun terlibat perbuatan yang mencederai moral. Teman sebaya dan mahasiswa sebagai agen moral justru memberi contoh sebaliknya dsb. Media informasi, mulai dari TV sampai internet pun membuat anak mengalami moral ambiguity .

Maka tugas orang tua mengajak anak untuk berani berpendapat menyampaikan pola pikirnya dalam merespon setiap informasi yang diterimanya. Jangan dihakimi , disalahkan , atau dipotong pendapatnya . agar mereka bisa terbuka dengan orang tuanya. Sehingga orang tua mengetahui tingkat pengambangan dan pemahaman moral anak terhadap dunia luar . Sekaligus melatih nya to be sensitive the reality.

Dalam mendampingi anak mencapai cita citanya . Moral terwujud dalam kesediaan menjalani proses sukses seperti: tidak curang, fair play dan taat aturan main. Bimbinglah anak anda untuk memiliki sense of goal.
Yang paling penting, muara dari ajaran moral adalah iman dan taqwa . Jadikan dua aturan itu sebagai benteng terkuat pelajaran moral. Melalui praktek keseharian dirumah . tunjukan keteladanan anda sebagai orang tua. Sehingga dapat mempengaruhi anak untuk mengikutinya . selamat mencoba !.

Bangsa ini kedepan akan sangat banyak membutuhkan pemimpin -pemimpin yang menjunjung tinggi dan meneladankan nilai moral , karena pemimipin yang cerdas sudah terlalu banyak . Dikarenakan kemajuan pendidikan. !

Source : http://kasustok.blogspot.com/2009/06/membentengi-anak-dengan-moral.html
Rabu, 13 Maret 2013

Tugas Bahasa Inggris Tentang Curriculum Vitae (CV)



Curriculum Vitae
Personal Details
Full Name                             : Muhammad Kennedy Ginting
Sex                                        : Male
Place, Date of Birth              : Surabaya, October 16, 1994
Nationality                            : Indonesia
Height, Weight                      : 165 cm, 53 kg
Health                                    : Perfect
Religion                                 : Islam
Address                                 : Sei Padang Street, No.57, Medan 20154
Mobile                                   : 0877 9222 0100
E-mail                                    : muhammadkennedy001@gmail.com
Hobby                                    : Blogging
Ambition                               : Businessman

Educational Background

2000 – 2004                         : Hang Tuah II Elementary School, Medan
2004 – 2005                         : Sidokare Elementary School No.2, Sidoarjo
2005 – 2006                         : Rawang Barat Elementary School No.33, Padang
2006 – 2009                         : Junior High School No.20, Padang
2009 – 2012                         : Senior High School No.6, Padang
2012 – now                          : Electrical Engineering  at the University of North Sumatera, Medan

About Me

My name is Muhammad Kennedy Ginting, I'm 19 years old, I was born in Surabaya. From birth to junior high, I used to change schools because of my father's work assignment. So, I should be moved as well. When junior grade 2 I've started to try experimental electro. And until now I am still doing experiments in the field of electronics. And now today, I attended club events ROBOTIKA student creativity.

I love to listen to music. I also like to play music, especially the guitar, although not so adept. I also love to meet with anyone. I always try to keep the promise I made. I enjoyed hanging out with friends. I also always try to resolve problems on their own. I also love to do new things.

Today I continue my lectures in S1 Electrical Engineering University of North Sumatra. University of North Sumatra is the best university in North Sumatra. I am proud to go to the University.




Cara Mengukur Berat Badan Ideal

BMI atau body mass index seseorang, diukur berdasarkan berat dan tinggi badan. Perhitungan ini dilakukan untuk mengetahui apakah berat badan seseorang underweight (di bawah normal), normal, overweight (di atas normal), atau obese (jauh di atas normal). BMI tidak diukur berdasarkan jenis kelamin ataupun usia. BMI juga tidak bisa dihitung jika orang tersebut dalam keadaan hamil, pada olahragawan, dan anak-anak, karena mereka masih dalam tahap tumbuh kembang.

Rumus perhitungan BMI adalah:

berat badan : (tinggi badan/100)2
Sebagai contoh, jika berat badan seseorang 50 kg dan tinggi badannya 160 cm, cara menghitung BMI-nya sebagai berikut:
BMI = 50 dibagi (160/100)2 = 50:2,56 = 19,53

Jika hasil perhitungannya di bawah 17, orang tersebut dikatakan underweight. Jika angkanya antara 18 hingga 21, maka indeks massa tubuhnya normal. Jika angkanya di atas 25, orang tersebut overweight, dan jika di atas 29 artinya orang tersebut sudah mengalami obesitas.

Underweight
Underweight atau berat badan dibawah normal bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti faktor genetik, mengalami penyakit tertentu (misalnya diabetes), kekurangan nutrisi, atau mengalami gangguan pola makan seperti anoreksia ataupun bulimia. Agar berat badan bisa kembali normal, hal pertama yang harus dilakukan ialah mencari apa yang menjadi penyebabnya, misalnya jika ternyata orang tersebut mengalami anoreksia atau diabetes, gangguan tersebut harus disembuhkan lebih dulu.

Normal weight
Pertahankan berat badan yang normal dengan menjaga asupan Anda. Konsumsilah protein, lemak dan karbohidrat secukupnya, perbanyak makan sayuran, buah, dan banyak minum air putih, setidaknya 8 gelas sehari. Air amat dibutuhkan, karena 90% tubuh terdiri dari air. Dengan jumlah air yang cukup, lambung akan merespon dengan memberikan rasa kenyang, sehingga bisa membantu menekan selera makan.

Olahraga dan istirahat yang cukup juga diperlukan. Istirahat yang baik ialah dengan tidur nyenyak 5-8 jam di malam hari. Jika Anda mendengkur saat tidur atau sering terbangun, artinya tidur Anda kurang berkualitas. Hindari begadang karena justru akan membuat tubuh menjadi gemuk, karena metabolisme tubuh Anda yang seharusnya beristirahat, malah bekerja.

Overweight dan obese
Kegemukan diawali dengan pola makan yang tidak sehat, misalnya terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung protein hewani (seperti daging merah) dan yang tinggi karbohidrat (seperti nasi, mi, dan pasta).
“Lemak yang menumpuk, terutama di sekitar pinggang, bisa memicu banyak penyakit, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, gangguan kolesterol, dan asam urat. Penyakit-penyakit tersebut bisa menyebabkan terbentuknya plak pada pembuluh darah yang akan memicu penyakit jantung koroner”, ujar dr. Witri Rahmania.

Jika Anda mengalami kelebihan berat badan, segera turunkan secara perlahan dan bertahap. Yang paling penting adalah dengan menjaga pola makan, yaitu mengurangi karbohidrat, mengonsumsi lebih banyak serat, banyak minum air putih, dan berolahraga secara teratur.

Program C tentang Konversi Bilangan Desimal ke Hexadesimal dan Biner Two's Complement


/*
Nama Mahasiswa : Muhammad Kennedy
NIM : 120402057
Mata Kuliah : Dasar Pemograman
Departemen : Teknik Elektro
Fakultas : Teknik USU

*/

#include <stdio.h>

int main()
{
//deklarasi variabel yang digunakan
int desimal,hasil_bagi;
int angka1,angka2,angka3,angka4,angka5,angka6,angka7,angka8,angka9,angka10;
int angka11,angka12,angka13,angka14,angka15,angka16,angka17,angka18,angka19,angka20;
int angka21,angka22,angka23,angka24,angka25,angka26,angka27,angka28,angka29,angka30;
int angka31,angka32;

int sisa13, sisa14,sisa15,sisa16,sisa17, sisa18,sisa19,sisa20,sisa21, sisa22,sisa23,sisa24,sisa25,sisa26,sisa27,sisa28,sisa29,sisa30,sisa31,sisa32;

int sisa12, sisa11,sisa10,sisa9,sisa8, sisa7,sisa6,sisa5,sisa4, sisa3,sisa2,sisa1;



printf("Konversi Bilangan Desimal ke Hexadesimal dan Biner Two's Complement\n");
printf("===================================================================\n");

printf("Ketik sebuah bilangan bulat desimal (maksimum 9 digit):\n");
scanf("%d", &desimal);//


if(desimal < 1000000000)
{
//untuk mengubah bilangan decimal ke hexadecimal menggunakan %.8X, karena hanya 8 digit
printf("Dalam basis 16 (hexadecimal), bilangan tersebut =\n%.8X\n\n", desimal);


//convert decimal ke binary
angka1=desimal%2;//1 , memberikan sisa pemebagian
hasil_bagi=desimal/2;//1 , temp = tempat menyimpan sementara nilai pembagian dengan 2


angka2=hasil_bagi%2;//1
hasil_bagi=hasil_bagi/2;//0


angka3=hasil_bagi%2;//0
hasil_bagi=hasil_bagi/2;//0


angka4=hasil_bagi%2;
hasil_bagi=hasil_bagi/2;


angka5=hasil_bagi%2;
hasil_bagi=hasil_bagi/2;

angka6=hasil_bagi%2;
hasil_bagi=hasil_bagi/2;


angka7=hasil_bagi%2;
hasil_bagi=hasil_bagi/2;


angka8=hasil_bagi%2;
hasil_bagi=hasil_bagi/2;


angka9=hasil_bagi%2;
hasil_bagi=hasil_bagi/2;


angka10=hasil_bagi%2;
hasil_bagi=hasil_bagi/2;


angka11=hasil_bagi%2;
hasil_bagi=hasil_bagi/2;


angka12=hasil_bagi%2;
hasil_bagi=hasil_bagi/2;


angka13=hasil_bagi%2;
hasil_bagi=hasil_bagi/2;


angka14=hasil_bagi%2;
hasil_bagi=hasil_bagi/2;


angka15=hasil_bagi%2;
hasil_bagi=hasil_bagi/2;


angka16=hasil_bagi%2;
hasil_bagi=hasil_bagi/2;


angka17=hasil_bagi%2;
hasil_bagi=hasil_bagi/2;


angka18=hasil_bagi%2;
hasil_bagi=hasil_bagi/2;


angka19=hasil_bagi%2;
hasil_bagi=hasil_bagi/2;


angka20=hasil_bagi%2;
hasil_bagi=hasil_bagi/2;


angka21=hasil_bagi%2;
hasil_bagi=hasil_bagi/2;

angka22=hasil_bagi%2;
hasil_bagi=hasil_bagi/2;


angka23=hasil_bagi%2;
hasil_bagi=hasil_bagi/2;


angka24=hasil_bagi%2;
hasil_bagi=hasil_bagi/2;


angka25=hasil_bagi%2;
hasil_bagi=hasil_bagi/2;


angka26=hasil_bagi%2;
hasil_bagi=hasil_bagi/2;

angka27=hasil_bagi%2;
hasil_bagi=hasil_bagi/2;

angka28=hasil_bagi%2;
hasil_bagi=hasil_bagi/2;


angka29=hasil_bagi%2;
hasil_bagi=hasil_bagi/2;

angka30=hasil_bagi%2;
hasil_bagi=hasil_bagi/2;

angka31=hasil_bagi%2;
hasil_bagi=hasil_bagi/2;

angka32=hasil_bagi%2;
hasil_bagi=hasil_bagi/2;

//untuk mendapatkan one's complement dari bilangan desimal negatif
if(desimal<0)
{
if(angka32==0) // jika digit32 bernilai 0, maka akan di komplemen menjadi 1, begitu seterusnya
{
angka32=1;
//
}
else
{
angka32=0;
}

if(angka31==0)
{
angka31=1;
}
else
{
angka31=0;
}

if(angka30==0)
{
angka30=1;
}
else
{
angka30 =0;
}

if(angka29==0)
{
angka29=1;
}
else
{
angka29=0;
}

if(angka28==0)
{
angka28=1;
}
else
{
angka28=0;
}

if(angka27==0)
{
angka27=1;
}
else
{
angka27 =0;
}

if(angka26==0)
{
angka26=1;
}
else
{
angka26=0;
}

if(angka25==0)
{
angka25=1;
}
else
{
angka25=0;
}

if(angka24==0)
{
angka24=1;
}
else
{
angka24=0;
}

if(angka23==0)
{
angka23=1;
}
else
{
angka23=0;
}

if(angka22==0)
{
angka22=1;
}
else
{
angka22=0;
}

if(angka21==0)
{
angka21=1;
}
else
{
angka21=0;
}

if(angka20==0)
{
angka20=1;
}
else
{
angka20=0;
}

if(angka19==0)
{
angka19=1;
}
else
{
angka19 =0;
}

if(angka18==0)
{
angka18=1;
}
else
{
angka18=0;
}

if(angka17==0)
{
angka17=1;
}
else
{
angka17=0;
}

if(angka16==0)
{
angka16=1;
}
else
{
angka16=0;
}

if(angka15==0)
{
angka15=1;
}
else
{
angka15=0;
}

if(angka14==0)
{
angka14=1;
}
else
{
angka14=0;
}

if(angka13==0)
{
angka13=1;
}
else
{
angka13=0;
}

if(angka12==0)
{
angka12=1;
}
else
{
angka12=0;
}

if(angka11==0)
{
angka11=1;
}
else
{
angka11=0;
}

if(angka10==0)
{
angka10=1;
}
else
{
angka10=0;
}

if(angka9==0)
{
angka9=1;
}
else
{
angka9 =0;
}

if(angka8==0)
{
angka8=1;
}
else
{
angka8=0;
}

if(angka7==0)
{
angka7=1;
}
else
{
angka7=0;
}

if(angka6==0)
{
angka6=1;
}
else
{
angka6=0;
}

if(angka5==0)
{
angka5=1;
}
else
{
angka5=0;
}


if(angka4==0)
{
angka4=1;
}
else
{
angka4=0;
}


if(angka3==0)
{
angka3=1;
}
else
{
angka3=0;
}

if(angka2==0)
{
angka2=1;
}
else
{
angka2=0;
}

if(angka1==0)
{
angka1=1;

}

else
{
angka1=0;
}

//untuk mendapatkan hasil dari two's complement dimana one's complement ditambahkan dengan 1
angka1+=1;
if(angka1==2)
{
angka1=0;
sisa1=1;
}
else
{
angka1=1;
sisa1=0;
}



angka2+=sisa1;

if(angka2==2)
{
angka2=0;
sisa2=1;
}
else
{
angka2=1;
sisa2=0;
}



angka3+=sisa2;
if(angka3==2)
{
angka3=0;
sisa3=1;
}
else
{
angka3=1;
sisa3=0;
}


angka4+=sisa3;
if(angka4==2)
{
angka4=0;
sisa4=1;
}
else
{
angka4=1;
sisa4=0;
}


angka5+=sisa4;
if(angka5==2)
{
angka5=0;
sisa5=1;
}
else
{
angka5=1;
sisa5=0;
}

angka6+=sisa5;
if(angka6==2)
{
angka6=0;
angka6=1;
}
else
{
angka6=1;
sisa6=0;
}

angka7+=sisa6;
if(angka7==2)
{
angka7=0;
sisa7=1;
}
else
{
angka7=1;
sisa7=0;
}

angka8+=sisa7;
if(angka8==2)
{
angka8=0;
sisa8=1;
}
else
{
angka8=1;
sisa8=0;
}

angka9+=sisa8;
if(angka9==2)
{
angka9=0;
sisa9=1;
}
else
{
angka9=1;
sisa9=0;
}

angka10+=sisa9;
if(angka10==2)
{
angka10=0;
sisa10=1;
}
else
{
angka10=1;
sisa10=0;
}

angka11+=sisa10;
if(angka11==2)
{
angka11=0;
sisa11=1;
}
else
{
angka11=1;
sisa11=0;
}


angka12+=sisa11;
if(angka12==2)
{
angka12=0;
sisa10=1;
}
else
{
angka12=1;
sisa12=0;
}

angka13+=sisa12;
if(angka13==2)
{
angka13=0;
sisa13=1;
}
else
{
angka13=1;
sisa13=0;
}


angka14+=sisa13;
if(angka14==2)
{
angka14=0;
sisa14=1;
}
else
{
angka14=1;
sisa14=0;
}

angka15+=sisa14;
if(angka15==2)
{
angka15=0;
sisa15=1;
}
else
{
angka15=1;
sisa15=0;
}

angka16+=sisa15;
if(angka16==2)
{
angka16=0;
sisa16=1;
}
else
{
angka16=1;
sisa16=0;
}

angka17+=sisa16;
if(angka17==2)
{
angka17=0;
sisa17=1;
}
else
{
angka17=1;
sisa17=0;
}

angka18+=sisa17;
if(angka18==2)
{
angka18=0;
sisa18=1;
}
else
{
angka18=1;
sisa18=0;
}

angka19+=sisa18;
if(angka19==2)
{
angka19=0;
sisa19=1;
}
else
{
angka19=1;
sisa19=0;
}

angka20+=sisa19;
if(angka20==2)
{
angka20=0;
sisa20=1;
}
else
{
angka20=1;
sisa20=0;
}
angka21+=sisa20;
if(angka21==2)
{
angka21=0;
sisa21=1;
}
else
{
angka21=1;
sisa21=0;
}

angka21+=sisa20;
if(angka21==2)
{
angka21=0;
sisa21=1;
}
else
{
angka21=1;
sisa21=0;
}

angka22+=sisa21;
if(angka22==2)
{
angka22=0;
sisa22=1;
}
else
{
angka22=1;
sisa22=0;
}
angka23+=sisa22;
if(angka23==2)
{
angka23=0;
sisa23=1;
}
else
{
angka23=1;
sisa23=0;
}
angka24+=sisa23;
if(angka24==2)
{
angka24=0;
sisa24=1;
}
else
{
angka24=1;
sisa24=0;
}

angka25+=sisa24;
if(angka25==2)
{
angka25=0;
sisa25=1;
}
else
{
angka25=1;
sisa25=0;
}

angka26+=sisa25;
if(angka26==2)
{
angka26=0;
sisa26=1;
}
else
{
angka26=1;
sisa26=0;
}
angka27+=sisa26;
if(angka26==2)
{
angka26=0;
sisa26=1;
}
else
{
angka26=1;
sisa26=0;
}

angka27+=sisa26;
if(angka27==2)
{
angka27=0;
sisa27=1;
}
else
{
angka27=1;
sisa27=0;
}

angka28+=sisa27;
if(angka28==2)
{
angka28=0;
sisa28=1;
}
else
{
angka28=1;
sisa28=0;
}

angka29+=sisa28;
if(angka29==2)
{
angka29=0;
sisa29=1;
}
else
{
angka29=1;
sisa29=0;
}

angka30+=sisa29;
if(angka30==2)
{
angka30=0;
sisa30=1;
}
else
{
angka30=1;
sisa30=0;
}

angka31+=sisa30;
if(angka31==2)
{
angka31=0;
sisa31=1;
}
else
{
angka31=1;
sisa31=0;
}

angka32+=sisa31;
if(angka32==2)
{
angka32=0;
sisa32;
}
else
{
angka32=1;
sisa10=0;
}
}

/*mencetak hasil dari two's complement*/
printf("Dalam basis 2 (two's complement, 32 bit binary), bilangan tersebut =\n%d%d%d%d%d%d%d%d%d%d%d%d%d%d%d%d%d%d%d%d%d%d%d%d%d%d%d%d%d%d%d%d\n", angka32,angka31,angka30,angka29,angka28,angka27,angka26,angka25,angka24,angka23,
angka22,angka21,angka20,angka19,angka18,angka17,angka16,angka15,angka14,angka13,
angka12,angka11,angka10,angka9,angka8,angka7,angka6,angka5,angka4,angka3
,angka2,angka1);

}

else
{
printf("digit yang anda masukkan lebih dari 9, silahkan masukkan kembali\n");
scanf("%d", &desimal);

}

getchar();
getchar();
return 0;

}
Selasa, 05 Maret 2013
Kamis, 28 Februari 2013

Etika Profesi

EtikaEtika berasal dari Yunani : “ethos” artinya karakter, watak kesusilaan atau adat.Menurut Martin (1993) : “etika adalah tingkah laku sebagai standart yang mengatur pergaulan manusia dalam kelompok sosial”.
Tujuan EtikaTujuan Etika adalah untuk mendapatkan konsep mengenai penilaian baik / buruk manusia sesuai dengan norma-norma yang berlaku.Fungsi etika:

1. Sebagai subjek : Untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakan itu salah atau benar, buruk atau baik.
2. Sebagai Objek : cara melakukan sesuatu (moral).
Macam-Macam Etika1. Etika deskriptif (Etika yang berbicara tentang suatu fakta )- Yaitu tentang nilai dan pola perilaku manusia terkait dengan situasi dan realitas yang membudaya dalam kehidupan masyarakat.- Etika yang menyoroti secara rasional dan kritis tentang apa yang diharapkan manusia mengenai sesuatu yang bernilai.2. Etika normatif- Etika yang memberikan penilaian serta himbauan kepada manusia tentang bagaimana harus bertindak sesuai dengan norma yang berlaku.- Etika yang mengenai norma-norma yang menuntun tingkah laku manusia dalam kehidupan sehari-hari.Perbedaan Etika deskriptif dan normatif adalah:1. Etika deskriptif : Memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang perilaku yang dilakukan.2. Etika normatif : Memberikan penilaian sekaligus memberikan norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan.Macam-macam norma:1. Norma Agama : Merupakan norma yang berfungsi sebagai petunjuk dan pegangan hidup bagi umat manusia yang berasal dari Tuhan yang berisikan perintah dan larangan.2. Norma sopan satun : Norma yang menyangkut tata cara hidup dalam pergaulan sehari-hari.3. Norma Hukum  : norma yang memiliki keberlakuan lebih tegas karena diatur oleh suatu hukum dengan jaminan hukuman bagi pelanggar.4. Norma Moral : norma yang sering digunakan sebagai tolak ukur masyarakat untuk menentukan baik buruknya seorang sebagai manusia.
Faktor-Faktor Tindakan Melanggar Etika1. Kebutuhan IndividuAdalah faktor utama penyebab terjadinya tindakan tidak etis karena tidak tercukupinya kebutuhan pribadi dalam kehidupan.2. Tidak ada pedomanTidak punya penuntun hidup sehingga tidak tahu bagaimana melakukan sesuatu.3. Perilaku dan kebiasaan IndividuPerilaku kebiasaan individu tanpa memperhatikan faktor lingkungan dimana individu tersebut berada.
PROFESIProfesi  adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian tertentu.
CIRI-CIRI PROFESI :1. Adanya pengetahuan khusus, yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun.2. Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi.3. Mengabdi pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat.4. Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup dan sebagainya, maka untuk menjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus.
ETIKA PROFESImenurut keiser dalam ( Suhrawardi Lubis, 1994:6-7 ) “ Etika Profesi adalah sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan professional terhadap masyarakat dengan penuh ketertiban dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat.
Kode etik profesi adalah system norma, nilai dan aturan professional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik, dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi professional. Kode etik menyatakan perbuatan apa yang benar atau salah, perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari. Tujuan kode etik yaitu agar professional memberikan  jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Dengan adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak professional.Tiga Fungsi dari Kode Etik Profesi1. Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi  tentang prinsip profesionalitas yang digariskan2. Kode etik profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat  atas profesi yang bersangkutan3. Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak diluar organisasi  profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi

Sekilas Fungsi Etika


Fungsi etika
Etika tidak langsung membuat manusia menjadi lebih baik, itu ajaran moral, melainkan etika merupakan sarana untuk memperoleh orientasi kritis berhadapan dengan pelbagai moralitas yang membingungkan. Etika ingin menampilkan ketrampilan intelektual yaitu ketrampilan untuk berargumentasi secara rasional dan kritis.
Orientasi etis ini diperlukan dalam mengabil sikap yang wajar dalam suasana pluralisme. Pluralisme moral diperlukan karena:
(a) pandangan moral yang berbeda-beda karena adanya perbedaan suku, daerah budaya dan agama yang hidup berdampingan;
(b) modernisasi membawa perubahan besar dalam struktur dan nilai kebutuhan masyarakat yang akibatnya menantang pandangan moral tradisional;
(c) berbagai ideologi menawarkan diri sebagai penuntun kehidupan, masing-masing dengan ajarannya sendiri tentang bagaimana manusia harus hidup.
Etika secara umum dapat dibagi menjadi etika umum yang berisi prinsip serta moral dasar dan etika khusus atau etika terapan yang berlaku khusus. Etika khusus ini masih dibagi lagi menjadi etika individual dan etika sosial. Etika sosial dibagi menjadi:
(1) Sikap terhadap sesama;
(2) Etika keluarga
(3) Etika profesi misalnya etika untuk pustakawan, arsiparis, dokumentalis, pialang informasi
(4) Etika politik
(5) Etika lingkungan hidup
serta
(6) Kritik ideologi

TUJUAN KODE ETIK PROFESI



v  Untuk menjunjung tinggi martabat profesi.

v  Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota.

v  Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi.

v  Untuk meningkatkan mutu profesi.

v  Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi.

v  Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi.

v  Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.

v  Menentukan baku standarnya sendiri.

Fungsi Etika Profesi

Fungsi etika profesi antara lain adalah :
  1. Menjelaskan dan menetapkan tanggung jawab kepada para profesional, lembaga, organisasi, industri, negara dan masyarakat umum.
  2. Membantu para profesional dalam menentukan apa yang harus mereka perbuat dalam mengahadapi dilema pekerjaan mereka.Menjaga reputasi atau nama baik.
  3. Untuk menjaga kelakuan dan integritas para tenaga profesi.
  4. Pencerminan dan pengharapan dari komunitasnya, yangmenjamin pelaksanaan kode etik tersebut dalam pelayanannya.
  5. Mencerminkan pengharapan moral-moral dari komunitas.

Pengertian Etika Profesi

Keiser dalam (Suhrawardi Lubis, 1994: 6-7), etika profesi adalah sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan profesional terhadap masyarakat dengan ketertiban penuh dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat.

Sedang Magnis Suseno (1991: 70) membedakan profesi sebagai profesi pada umumnya dan profesi luhur. Profesi adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian khusus. Pengertian profesi tersebut adalah pengertian profesi pada umumnya, sebab disamping itu terdapat pula yang disebut sebagai profesi luhur, yaitu profesi yang pada hakikatnya merupakan suatu pelayanan pada manusia atau masyarakat.

Etika Profesi Sebagai Seorang Engineer


Sebelumnya harus mengerti apa itu Etika, dan apa itu Profesi…???    Berbicara Etika, berarti berbicara dengan prilaku seseorang. Sedangkan profesi,berarti bicara tentang pekerjaan seseorang. Berarti etika profesi itu bisa saya simpulkan bahwa suatu tindakan atau prilaku seseorang pada suatu pekerjaan. maksud pekerjaan disini meliputi kegiatan sehari-harinya baik formal maupun informal pada masyarakat umum maupun kehidupan pribadi.
Sebagai Engineer juga harus mempunyai etika,baik di dalam pekerjaannya maupun di kehidupannya dimana seorang engineer berada pada suatu kumpulan manusia atau masyarakat. Seorang Engineer
Etika profesi yang harus dimiliki oleh seorang engineer antara lain:
  1. Mengetahui seluk beluk permesinan
  2. Mampu menjalin hubungan kerja yang harmonis dengan rekan kerja yang lain
  3. Selalu memperhatikan keselamatan kerja sesuai dengan standar yang berlaku
  4. Selalu mendayagunakan disiplin
  5. Mampu melaksanakan & menjaga kredibilitas ketika dilimpahkakn wewenang oleh atasannya.
Untuk itu adapun kode-kode etik yang harus dimiliki oleh engineer yaitu sbb:
  1. menerima tanggung jawab dalam pengambilan keputusan engineering yang taat asas pada keamanan, kesehatan, dan kesejahteraan publik, dan segera menyatakan secara terbuka fatktor-faktor yang dapat membahayakan publik atau lingkungan;
  2. menghindari konflik interes nyata atau yang terperkirakan sedapat mungkin, dan membukakannya pada para pihak yang terpengaruh ketika muncul;
  3. akan jujur dan realistis dalam menyatakan klaim atau perkiraan menurut data yang tersedia;
  4. menolak sogokan dalam segala bentuknya;
  5. mengembangkan pemahaman teknologi, aplikasi yang sesuai, dan kemungkinan konsekuensinya;
  6. menjaga dan mengembangkan kompetensi teknis dan mengambil tugas teknologi yang lain hanya bila memiliki kualifikasi melalui pelatihan atau pengalaman, atau setelah menyatakan secara terbuka keterbatasan relevansi kami;
  7. memperlakukan dengan adil semua orang tanpa bergantung pada faktor-faktor seperti ras, agama, jenis kelamin, keterbatasan fisik, umur dan asal kebangsaan;
  8. berupaya menghindari kecelakaan pada orang lain, milik, reputasi, atau pekerjaan dengan tindakan salah atau maksud jahat;
  9. embatu rekan sejawat dan rekan sekerja dalam pengembangan profesi mereka dan mendukung mereka dalam mengikuti kode etik ini.
Demikian sedikit hal-hal yang bisa penulis berikan tentang etika seorang engineer.

Pengertian Etika, Profesi, Etika Profesi dan Kode Etik Profesi

Etika berasal dari bahasa Yunani kuno yaitu “Ethikos” yang berati timbul dari kebiasaan, adalah cabang utama dari filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk dan tanggung jawab.
Berikut ini merupakan dua sifat etika, yaitu :
Ø      Non-empirisFilsafat digolongkan sebagai ilmu non empiris. Ilmu empiris adalah ilmu yang didasarkan pada fakta atau yang kongkret. Namun filsafat tidaklah demikian, filsafat berusaha melampaui yang kongkret dengan seolah-olah menanyakan apa di balik gejala-gejala kongkret. Demikian pula dengan etika. Etika tidak hanya berhenti pada apa yang kongkret yang secara faktual dilakukan, tetapi bertanya tentang apa yang seharusnya dilakukan atau tidak boleh dilakukan.
Ø      Praktis Cabang-cabang filsafat berbicara mengenai sesuatu “yang ada”. Misalnya filsafat hukum mempelajari apa itu hukum. Akan tetapi etika tidak terbatas pada itu, melainkan bertanya tentang “apa yang harus dilakukan”. Dengan demikian etika sebagai cabang filsafat bersifat praktis karena langsung berhubungan dengan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan manusia. Tetapi ingat bahwa etika bukan praktis dalam arti menyajikan resep-resep siap pakai. Etika tidak bersifat teknis melainkan reflektif. Maksudnya etika hanya menganalisis tema-tema pokok seperti hati nurani, kebebasan, hak dan kewajiban, dan sebagainya, sambil melihat teori-teori etika masa lalu untuk menyelidiki kekuatan dan kelemahannya. Diharapakan kita mampu menyusun sendiri argumentasi yang tahan uji.
            Perbedaan antara Etika dengan Etiket yaitu, Etika menyangkut cara dilakukannya suatu perbuatan sekaligus memberi norma dari perbuatan itu sendiri. Contohnya : Dilarang mengambil barang milik orang lain tanpa izin karena mengambil barang milik orang lain tanpa izin sama artinya dengan mencuri. “Jangan mencuri” merupakan suatu norma etika. Di sini tidak dipersoalkan apakah pencuri tersebut mencuri dengan tangan kanan atau tangan kiri. Sedangkan Etiket hanya berlaku dalam situasi dimana kita tidak seorang diri (ada orang lain di sekitar kita). Bila tidak ada orang lain di sekitar kita atau tidak ada saksi mata, maka etiket tidak berlaku. Contohnya : Saya sedang makan bersama bersama teman sambil meletakkan kaki saya di atas meja makan, maka saya dianggap melanggat etiket. Tetapi kalau saya sedang makan sendirian (tidak ada orang lain), maka saya tidak melanggar etiket jika saya makan dengan cara demikian.
Pengertian Profesi
            Profesi adalah suatu pekerjaan yang melaksanakan tugasnya memerlukan atau menuntut keahlian (expertise), menggunakan teknik-teknik ilmiah, serta dedikasi yang tinggi. Keahlian yang diperoleh dari lembaga pendidikan khusus diperuntukkan untuk itu dengan kurikulum yang dapat dipertanggung jawabkan. Seseorang yang menekuni suatu profesi tertentu disebut professional, sedangkan professional sendiri mempunyai makna yang mengacu kepada sebutan orang yang menyandang suatu profesi dan sebutan tentang penampilan seseorang dalam mewujudkan unjuk kerja sesuai dengn profesinya.
Berikut ini merupakan ciri-ciri dari profesi, yaitu :

  • Keterampilan yang berdasar pada pengetahuan teoretis
  •   Asosiasi Profesional
  • Pendidikan yang Ekstensi
  •      Ujian Kompetisi
  •     Pelatihan institutional
  •     Lisensi
  •    Otonomi kerja
  •  Kode etik
  •  Mengatur diri
  • Layanan publik dan altruism
  • Status dan imbalan yang tinggi
  1. Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi  tentang prinsip profesionalitas yang digariskan
  1. Kode etik profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat  atas profesi yang bersangkutan
  1. Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak diluar organisasi  profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi

Seorang professional harus memiliki pengetahuan teoretis  dan keterampilan mengenai bidang teknik yang ditekuni dan bisa diterapkan dalam pelaksanaanya atau prakteknya dalam kehidupan sehari-hari.
Merupakan suatu badan organisasi yang biasanya diorganisasikan oleh anggota profesi yang bertujuan untuk meningkatkan status para anggotanya.
Profesi yang prestisius biasanya memerlukan pendidikan yang lama dalam jenjang pendidikan tinggi. Seorang professional dalam bidang teknik mempunyai latar belakang pendidikan yang tinggi baik itu dalam suatu pendidikan formal ataupun non formal.
Sebelum memasuki organisasi profesional, biasanya ada persyaratan untuk lulus dari suatu tes yang menguji terutama pengetahuan teoretis.
Selain ujian, juga biasanya dipersyaratkan untuk mengikuti pelatihan istitusional dimana calon profesional mendapatkan pengalaman praktis sebelum menjadi anggota penuh organisasi. Peningkatan keterampilan melalui pengembangan profesional juga dipersyaratkan.
Profesi menetapkan syarat pendaftaran dan proses sertifikasi sehingga hanya mereka yang memiliki lisensi bisa dianggap bisa dipercaya.
Profesional cenderung mengendalikan kerja dan pengetahuan teoretis mereka agar terhindar adanya intervensi dari luar.
Organisasi profesi biasanya memiliki kode etik bagi para anggotanya dan prosedur pendisiplinan bagi mereka yang melanggar aturan.
Organisasi profesi harus bisa mengatur organisasinya sendiri tanpa campur tangan pemerintah. Profesional diatur oleh mereka yang lebih senior, praktisi yang dihormati, atau mereka yang berkualifikasi paling tinggi.
Diperolehnya penghasilan dari kerja profesinya dapat dipertahankan selama berkaitan dengan kebutuhan publik, seperti layanan dokter berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat.
Profesi yang paling sukses akan meraih status yang tinggi, prestise, dan imbalan yang layak bagi para anggotanya. Hal tersebut bisa dianggap sebagai pengakuan terhadap layanan yang mereka berikan bagi masyarakat.
Pengertian Etika Profesi
         Etika profesi menurut keiser dalam ( Suhrawardi Lubis, 1994:6-7 ) adalah sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan professional terhadap masyarakat dengan penuh ketertiban dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat.
Kode etik profesi adalah system norma, nilai dan aturan professional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik, dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi professional. Kode etik menyatakan perbuatan apa yang benar atau salah, perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari. Tujuan kode etik yaitu agar professional memberikan  jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Dengan adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak professional.
Tiga Fungsi dari Kode Etik Profesi
Sumber :
 
Toggle Footer
Obrolan